Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts



di kutip lansung dariIndramayu - Kasus perceraian pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Indramayu sepanjang 2015 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor ekonomi menjadi penyebab terbanyak terjadinya kasus tersebut.

''Setiap hari ada 30-40 (pasutri) yang mengajukan perceraian,'' terang Kepala Bagian Humas PA Kabupaten Indramayu, Ucu Sukirno, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/3).

Sukirno menyebutkan, sepanjang 2015, kasus perceraian yang diajukan ke PA Kabupaten Indramayu mencapai 9.444 kasus. Dari jumlah tersebut, yang diketok palu hakim mencapai 9.291 kasus.
dalam sehari 30-40 gugatan cerai masuk ke pengadilan agama
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan 2014 dan 2013. Sepanjang 2014, kasus perceraian di Kabupaten Indramayu hanya 7.385 kasus. Sedangkan pada 2013, kasus perceraian mencapai 8.256 kasus.

Sementara angka perceraian yang terjadi sepanjang Januari 2016, mencapai 667 kasus. Begitu pula kasus perceraian yang terjadi pada Februari 2016, mencapai 667 kasus. ''Faktor penyebab terjadinya perceraian yang terbanyak adalah karena faktor ekonomi,'' terang Sukirno.

Sukirno menjelaskan, kasus perceraian yang terjadi akibat faktor ekonomi mencapai 6.126 kasus. Selain itu, faktor penyebab paling banyak lainnya adalah krisis moral 421 kasus, tidak ada keharmonisan 417 kasus dan tidak ada tanggung jawab 355 kasus.

Berdasarkan kategori PA Kabupaten Indramayu, penyebab perceraian dipilah menjadi empat kategori yakni moral, meninggalkan kewajiban, menyakiti jasmani, dan terus menerus berselisih. Faktor ekonomi menjadi bagian dari kategori meninggalkan kewajiban.

Sukirno mengungkapkan, meski kasus perceraian di Kabupaten Indramayu tinggi, namun masih di bawah kasus serupa yang terjadi di Banyuwangi, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Sumber (Kabupaten Cirebon).

Salah seorang warga Kecamatan Indramayu yang enggan disebut namanya, mengaku terpaksa bercerai dengan suaminya. Pasalnya, saat dia bekerja di Singapura sebagai pembantu rumah tangga, ternyata suaminya malah selingkuh dengan perempuan lain. 



di kutip langsung dari radar cirebon SUKRA – Pasca musim baratan (Isitilah nelayan red), hasil tangkapan laut mengalami kenaikan. Namun, tidak diikuti dengan kenaikan harga. Di Muara Trungtum, Desa Ujung Gebang, Kecamatan Sukra, beberapa jenis hasil tangkapan nelayan, seperti ikan dan udang harganya tetap stabil. Bahkan, untuk rajungan harganya malah anjlok.
Saat ini nelayan menjual harga rajungan Rp40 ribu perkilogram yang sebelumnya Rp85 ribu perkilonya. Anjloknya harga disebabkan negara negara yang mengimpor (Importir red) rajungan dari Indonesia menghentikan penerimaan. Hasil tangkapan nelayan tersebut, hanya berlaku dan dijual didalam negeri atau pasar local.
Ketua KUD Karya Mina, koperasi nelayan Ujung Gebang, H Sulaeman, mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir, produksi ikan dari hasil tangkapan nelayannya mengalami kenaikan. Terutama udang, karena nelayan di Muara Ujung Gebang mayoritas mengunakan alat tangkap udang.
“Mayoritas nelayan pada along (hasil). Untuk satu perahu nelayan, rata rata mendapatkan hasil (udang) tangkapannya 10 sampai 15 kilogram sekali berangkat. Bahkan ada yang sampai mendapatkan 60 kilogram. Sebelumnya, dimusim baratan, apalagi timuran, udang yang didapatkan tidak sampai 5 kilo,” ujarnya, kepada Radar, Senin (14/3).
Harga udang rebung dari hasil tangkapan nelayan tersebut, menurut Sulaeman, dijual Rp125 perkilogramnya. Sedangkan untuk ikan jenis bawal putih dijual Rp250 perkilonya, dan untuk ikan tengiri Rp60 ribu perkilogram. Harga beberapa jenis hasil tangkapan itu, dinilainya masih stabil.
“ Hanya rajungan saja yang mengalami penurunan. Dari sebanyak 130 unit perahu nelayan di Muara Trungtum ini, sekitar 25 persennya perahu yang menggunakan alat tangkap rajungan. Meski demikian, nelayan kami merasa bersyukur, karena hasil tangkapannya lagi lumayan. Itu sudah dirasakan sejak dua minggu terakhir,” ujar Sulaeman, yang juga agen besar penerima hasil tangkapan nelayan di desanya.(kom)
sumber : radar cirebon


di kutip langsung dari Fajarnews.com, CIREBON - Pondok pesantren Babakan Ciwaringin Kab Cirebon  mulai berbenah hal itu dilakukan terkait akan dilaksanakannya rapat persiapan acara peringatan harlah 3 abad pondok pesantren babakan Ciwaringin dan temu alumni nasional dan dengan tema "Meneguhkan Pesantren sebagai pengawal ke utuhan NKRI dan benteng deradikalisasi" di pondok pesantren assalafie Desa Babakan Kec Ciwaringin, dan akan di laksanakan selama 7 hari mulai pada tanggal 20 maret 2016 sampai 26 maret 2016.
Dalam rapat persiapan tersebut di hadiri oleh muspika ciwaringin, ormas banser kab Cirebon dan sesepuh pondok pesantren ciwaringin, dalam pembukaan  nanti pada tanggal 20 dibuka langsung oleh bupati Cirebon Sunjaya Purwadi sastra.
"InsyAllah dalam acara nanti pada puncaknya tanggal 26/3 akan dihadiri oleh presiden RI Jokowi Widodo, serta menteri kabinetnya. "kata H. Juhana Zulfan, selaku ketua pelaksana, kepada FC, Rabu (16/3).

Zulfan melanjutkan bahwa kegiatan peringatan harlah tiga abad pesantren Babakan, tersbut juga akan di ahdiri temu alumni nasional ponpes babakan ciwaringin. dalam tema tersebut untuk mewujudkan pesantren menjadi benteng- benteng dari oknum-oknum radikalisme.
"Semoga dengan diadakannya kegiatan harlah tiga abad ini bisa mewujudkan santri dan pondok pesantren yang menjadi tameng kelompok radiaklisme. " katanya.

sementara itu camat Ciwaringin Nanang Sipriyatna mengatakan pihak muspika sangat mendukung sepenuhnya kegiatan ini, dan untuk menghadapi persiapan tersebut kami dari pihak kecamatan membantu memfasilitasi perbaikan akses jalan yang akan di lalui ke pondok pesantren dengan mengajukan ke binawarga dan alhamdulillah langsung di respon dan sekarang sedang dilakukan per baikan semua.
”Karena acara tersebut insya allah akan di hadgiri bapak presiden Jokowi ,” katanya. 
ADHE HAMDAN
sumber:fajar news


Dikutip langsung dari Fajarnews.com, INDRAMAYU - Menyusul adanya Informasi yang beredar di masyarakat terkait di temukannya bendera ISIS di areal pematang sawah milik warga di tepis oleh Kapolsek Kandanghaur Kompol Gustaf  saat di ditanya perihal adanya temuan bendera ISIS. Selasa (15/3). 
Menurut Gustaf, Mengenai adanya Informasi tersebut pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi kejadian tepatnya di Desa Parean Bulak Kecamatan Kandanghaur kabupaten Indramayu.

" kita sudah lakukan pengecekan ketempat lokasi kejadian bersama unsur muspika untuk meninjau langsung pemasangan bendera tersebut dan hasilnya bukan merupakan bendera ISIS, melainkan Bendera HTI" ungkapnya

Dia mengatakan. Bendera yang bertulisan arab tersebut, memang nampak dari jauh seperti bendera ISIS, sehingga hal tersebut juga mengundang reaksi masyarakat sekitar yang melihat bendera tersebut yang terpasang di areal pematangan sawah.

" dari segi bentuknya memang hampir ada kemiripan, namun itu bukan Bendera ISIS yang merupakan komplotan teroris  yang eksis di Indonesia," ungkapnya

Menurut Gustaf, Pemasangan bendera tersebut, berawal dari ketidak tahun warga yang menemukan Bendera yang bertulisan arab di jalan, kemudian warga masangnya di pesawahan miliknya, tidak lama dari kejadian itu kemudian menggemparkan masyarakat yang melihat akan bendera tersebut.

" kita akan terus lakukan pemantauan lebih lanjut diantaranya dengan meningkatkan patroli di wilayah hukum kandanghaur serta berkordinasi dengan tokoh masyarakat dan Intansi terkait upaya untuk menekan gerakan teroris di daerah" ungkapnya.
AGUS

Sumber : fajarnews.com


Dikutip langsung dari fajarnews.com, Fajarnews.com, INDRAMAYU - Warung remang-remang (warem) yang berdiri di atas lahan aset milik Dinas PSDA Tamben Indramayu di sepanjang jalur pantura Indramayu, akan ditertibkan. Selain mengganggu ketertiban umum, keberadaan warem tersebut juga menjadi salah satu penyebab banjir di pantura Indramayu.
 
''Sedang koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat dan Satpol PP,'' ujar Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (PSDA Tamben) Kabupaten Indramayu, Suwenda, Senin (14/3) usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Indramayu.
 
Menurutnya, keberadaan warem yang berdiri di sepanjang jalur pantura Indramayu saat ini mencapai puluhan kilometer, sangat mengganggu fungsi saluran air. Salah satu akibatnya, bisa menyebabkan banjir di jalur pantura Indramayu.
 
Tak hanya di jalur pantura Indramayu, ratusan bangunan lain yang juga berdiri di pinggir dan di bantaran saluran air akan ditertibkan. Diharapkan, penertiban itu akan membuat fungsi saluran air bisa kembali normal.  
 
Terpisah, Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Indramayu, Wibowo Kresnanto menyatakan, semua bangunan yang berada di saluran irigasi di sepanjang jalur pantura Indramayu, tidak berizin.
 
"Lahan itu kewenangannya ada di Dinas PSDA Tamben Indramayu'' terang Wibowo. 
 
Sementara itu, salah seorang pemilik warung di pinggir jalur pantura, Casinah (40) mengaku sudah tinggal dan berjualan selama 16 tahun di lokasi tersebut. Dia pun menolak dengan tegas jika warung yang menjadi sumber penghasilannya dibongkar.
 
''Kalau dibongkar, nanti gimana usaha saya? Gimana juga nasib anak-anak saya,'' keluh Casinah. 
 
Casinah mengaku belum memperoleh surat pemberitahuan ataupun peringatan dari instansi terkait. Karena itu, dia masih belum tahu kapan pembongkaran akan dilakukan.
 
Jika pembongkaran dilakukan, Casinah berharap agar Pemkab Indramayu memberikan ganti rugi. Selain itu, dia meminta agar ada tempat relokasi agar usahanya tetap bisa berlanjut.
 
Sementara itu, Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Kabupaten Indramayu, Siti Nur Amalia menyatakan, pihaknya akan melakukan pembongkaran warung remang-remang yang ada di sepanjang pantura Indramayu. Yakni mulai dari Kecamatan Lohbener hingga Kecamatan Sukra.
 
''Insya Allah akan dilaksanakan pada 19 Maret mendatang,'' tandas Siti.
 
IHSAN MAHFUDZ


sumber : fajarnews.com


Dikutip langsung dari Cirebontrust.com, INDRAMAYU (CT) – Jajaran Polres Losarang, berhasil mengamankan dua pelaku judi togel yakni Daminah (60) warga Desa Jangga, Blok Kaliwaru RT 02 RW 01, Kecamatan Losarang dan Randi Nofiandi (22) warga Desa Karangasem, Blok Pasar, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu pada Kamis (10/03).
Kapolsek Losarang Polres Indramayu, Kompol I Ketut Sumandanan mengatakan penangkapan kedua pelaku tersebut, saat keduanya bermain judi togel yang berlokasi di Blok Kaliwaru, Desa Jangga, Kecamatan Losarang. Kabupaten Indramayu.
“Sebelumnya kami mendapatkan informasi dari warga setempat, yang resah dengan adanya perjudian itu, selanjutnya kami mendatangi lokasi dan benar saja di lokasi yang disebutkan ada aktivitas perjudian” ujarnya.
Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti antara lain, uang tunai sebesar Rp 275 ribu, 4 lembar ciamsi/tafsir mimpi, 6 lembar kupon yang terisi angka, 1 lembar rekapan yang sudah terisi angka, 7 lembar rekapan yang belum terisi angka, 1 buah cutter, dan 3 buah bolpoin.
“Kini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan dan kasus ini masih dalam penyelidikan kami” Pungkasnya.(Kir Raharjo)

sumber : cirebontrust.com

di kutip langsung dari Indramayupost.com , Indramayu - Sebanyak 3.445 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dari hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) selama triwulan pertama tahun ini dimusnahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu. Pemusnahan tersebut dilakukan saat memperingati HUT ke-66 Satpol PP yang bertempat di Alun-alun Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Indramayu, Sunardi menjelaskan, ribuan botol miras yang dimusnahkan tersebut berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Indramayu, di antaranya Kecamatan Indramayu, Pasekan, Lelea, Jatibarang, Sliyeg, dan Bongas.

Ia mengungkapkan, pemusnahan miras pada triwulan pertama ini sebanyak 3.445 botol miras dari berbagai jenis dan 3.314 liter tuak. Jumlah tersebut terbagi dari hasil operasi pekat Satpol PP sebanyak 2.969 botol dan 1.625 liter tuak serta Polres Indramayu sebanyak 476 botol miras dan 1.689 liter tuak.

"Pemusnahan ini bertujuan untuk menegakkan Perda Nomor 15 Tahun 2016 tentang operasi pekat triwulan 1 tahun 2016 dan Perda Indramayu Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol," ujarnya, Kamis (17/3/2016).

Hasil ini, dia menambahkan, menurun dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 5.000 botol miras dan 1.200 liter tuak.

"Ke depannya, kami akan terus melakukan operasi pekat agar bisa meminimalkan peredaran miras di Kabupaten Indramayu," kata Sunardi.


Penulis: Dwi Ayu

Dikutip langsung dari Indramayu Post,  Indramayu - Her alias Tapo (21), asal Blok Tritanjang, Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, yang diketahui sebagai salah satu dari empat pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dilumpuhkan petugas Reskrim Polsek Sukagumiwang, Indramayu.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti satu unit motor Suzuki Spin dengan nomor polisi (nopol) T 2556 VL, warna biru putih milik korban.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, mengatakan pengungkapan itu berawal dari sejumlah anggota setempat melakukan patroli antisipasi pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) biasa disebut C3 di wilayah hukum Polsek Sukagumiwang.

Saat dalam perjalanannya melewati sebuah warung makan di Desa Gedanggan, Kecamatan Sukagumiwang, tak berapa lama, mendengar ada teriakan kegaduhan yang menyebutkan ada maling. Bahkan terlihat, warga sudah mengamankan seorang laki-laki.

Mengetahui itu, Wijonarko mengungkapkan, beberapa anggota langsung mengamankan pelaku. Saat diinterogasi, Tapo mengakui perbuatannya. Motor tersebut yang diketahui milik Mungkad (55) dicurinya saat diparkir di halaman rumah di Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.

"Barang bukti motor bersama pelakunya yang telah kita amankan saat itu juga kita bawa ke Mapolsek Sukagumiwang untuk pemeriksaan. Di hadapan petugas, pelaku mengakui mencuri motor korban saat diparkir di halaman rumah," ujarnya, Kamis (17/3/2016).

Selain mengamankan pelaku dan motor milik korban yang semula dicuri, polisi menyita sebuah helm milik tersangka, tiga kunci T milik pelaku, serta satu lembar STNK.

"Tiga orang lainnya kabur melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Namun, identitasnya sudah kita ketahui. Sekarang sedang dilakukan pengejaran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," serunya.




Penulis: Dwi Ayu
MASIH BERDIRI: Bangunan liar yang kerap digunakan untuk prostitusi di Jalan Raya Pantura Kandanghaur masih berdiri, Minggu (6/3). Sebagian warung remang-remang bahkan masih beroperasi meskipun telah diberi surat teguran ketiga dari Satpol PP Kabupaten Indramayu. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU


Dikutip langsung dari radarcirebon.com, KANDANGHAUR – Para pemilik bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Pantura Kandanghaur membandel. Meski sudah diberi teguran keras dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu, mereka menolak merobohkan bangunan secara sukarela.
Bukan hanya menolak, para penghuni bangli itu seolah menantang. Buktinya, mereka tetap beroperasi dengan menjadikan warungnya sebagai tempat pelayanan jasa prostitusi. Tidak hanya malam hari, pelayanan kepada para penikmat seks sesaat ini juga kerap dilakukan terang-terangan di siang hari bolong.
Seperti pantauan Radar, Minggu siang (6/3). Sejumlah perempuan paruh baya mengenakan pakaian seksi tampak asyik bercengkrama di depan warem sambil menunggu para pelanggan. Beberapa diantaranya terlihat asyik menghisap batang rokok sembari bermain handphone.
Meski tidak mengganggu para pengendara yang melintas, tongkrongan mereka yang tampak mencolok membuat warga geram. Apalagi, mereka juga sudah jengah dengan keberadaan warem beserta penghuninya itu. “Mereka ini menantang. Satpol PP harus segera bertindak, jangan gertak sambal,” ucap Muni, tokoh pemuda setempat.
Dia mengungkapkan, upaya penertiban bangli di kawasan itu sudah sering dilakukan. Rutinnya setiap menjelang bulan Ramadan oleh Satpol PP sampai aparat desa. Tapi hasilnya nihil. Jumlah bangli malah semakin menjamur demikian pula dengan penghuninya yang rata-rata berasal dari luar Kecamatan Kandanghaur. “Jadi tidak aneh sekarang juga membandel. Yang kemarin-kemarin saja tidak pernah ada tindaklanjutnya,” ketus dia.
Sebelumnya, demi penegakkan peraturan daerah (perda) dan kenyamanan masyarakat, bangunan liar serta warem yang diduga kuat sebagai ajang transaksi prostitusi itu bakalan dibongkar paksa. Ini menyusul telah dilayangkannya surat teguran ketiga dari Satpol PP Kabupaten Indramayu kepada mereka.
Pembongkaran dilakukan lantaran keberadaan bangunan liar maupun warem itu dinilai melanggar tiga perda sekaligus. Yakni Perda 4/2011 tentang prostitusi, Perda 7/2003 tentang ketentraman dan ketertiban umum serta Perda 15/2006 tentang pelarangan minuman beralkohol.
Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Lucia Juanda SH membenarkan rencana bongkar paksa itu. Namun sesuai surat teguran ketiga yang telah dilayangkan langsung oleh Satpol PP Kabupaten Indramayu, pemilik bangli dipersilahkan untuk membongkarnya sendiri.
Di wilayah Kecamatan Kandanghaur sendiri, tercatat sebanyak 60 bangunan liar yang mayoritas berada di sepajang Jalan Raya Pantura Desa Eretan Kulon. Selain warem, oleh warga bangunan itu diperuntukkan untuk usaha tambal ban, rumah makan maupun warung kopi. “Berdasarkan pantauan terakhir, sebagian sudah tidak beraktivitas. Banyak bangli yang ditinggal penghuninya,” kata Lucia Juanda. (kho)
sumber : radarcirebon.com

dikutip langsung dari Fajarnews.com, INDRAMAYU- Hujan lebat pasca banjir yang melanda Kabupaten Indramayu menjadi ancaman berkurangnya produksi padi di tingkat petani. Hal ini berpengaruh pada penyerapan padi di bulog tahun 2016 ini.
"Pada tahun 2016 ini, Bulog Sub Divre Indramayu menargetkan sebanyak 110 ribu ton untuk penyerapan," ungkap Kasi Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Indramayu, Apip Wijaya, Rabu (2/3).
Dia mengatakan, pada Bulan Maret 2016 ini, pihaknya akan melakukan penyerapan di sejumlah daerah yang sudah melakukan panen di Kabupaten Indramayu. Namun permasalahannya, kata dia, justru banyak daerah yang belum panen. "Untuk penyerapan, kita sudah mulai lakukan di Bulan Maret ini, hanya saja sedikit terkendala dengan masih banyaknya daerah yang belum panen," terangnya.
Dia menerangkan, panen di Kabupaten Indramayu diperkirakan mulai Bulan April 2016 mendatang. Sementara untuk harga beras saat ini masih jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Salah seorang petani asal Desa Balongan, Raskim (63) mengatakan, sekitar 100 hektare areal persawahan di Kecamatan Balongan masih terendam air. Pihaknya pun terpaksa menyedot air dengan menghabiskan sedikitnya 15 jeriken solar untuk mengurangi rendaman air. "Sudah 12 hari terendam air dengan ketinggian 60 sentimeter sejak ditanam, beruntung belum diberikan pupuk," ujarnya.
Dia mengatakan, rata-rata padi yang terendam ini, berumur satu bulan sejak masa tanam. Menurutnya, kondisi ini akan berakibat fatal jika terendam lebih dari tiga hari, terlebih jika padi tersebut sudah dilakukan pemupukan maka akan mati dan membusuk "Dulu memang saluran pembuangan air ada banyak, namun sekarang hanya satu pembuangan, jadi kalau hujan terendamnya lama," tuturnya.
Dia mengeluhkan terlambatnya masa panen dari biasanya yang awalnya dalam tiga sampai empat bulan bisa dipanen, namun sekarang dipastikan akan bergeser. "Biasanya jika sudah memasuki bulan kedua sudah mengeluarkan padi, sedangkan ini baru ditanam sudah terendam," ucapnya.
Agus Sugianto
sumber : fajarnews.com


dikutip langsung dari Fajarnews.com, INDRAMAYU- Anggota DPRD Indramayu dari Fraksi NasDem-PDIP, Junaedi mencium adanya dugaan pungutan liar (pungli) pada pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk warga miskin Penerima Bantuan Iuran (PIB) oleh oknum aparat desa. Hal tersebut menyusul adanya laporan dari masyarakat yang mengaku dimintai uang untuk menebus kartu tersebut.
"Banyak masyarakat yang mengadu kepada saya kalau mereka harus membayar sejumlah uang untuk menebus kartu KIS," terang Junaedi kepadafajarnews.com, Kamis (3/3).
Dia mengatakan, dari laporan tersebut, setiap warga miskin yang mendapatkan KIS mengaku harus membayar kisaran Rp10-100 ribu kepada oknum aparat desa tersebut. Sebagai wakil rakyat, Junaedi merasa miris mendengar hal itu.
Pasalnya program jaminan kesehatan dari pemerintah pusat untuk warga miskin tersebut, ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi. "Kalau masih dipungut saja kasihan masyarakat, sudah tahu miskin tapi masih saja ada oknum yang memanfaatkan kondisi itu," katanya.
Pihaknya meminta kepada pihak terkait agar melakukan pengawasan lebih terhadap pendistribusian KIS tersebut. Kepada polisi dan kejaksaan pun, dia meminta untuk mengungkap dugaan pungli itu, dan apabila terbukti harus dilakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku. "Temuan ini harus segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, agar jangan membebankan masyarakat miskin," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan terkait pendataan warga miskin. Pasalnya masih banyak warga miskin yang belum terdata dan tidak mendapatkan KIS.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Ruslandi menambahkan, validasi warga miskin perlu dilakukan pendataan ulang. Pasalnya dalam validasi tersebut masih banyak warga miskin yang luput dari pendataan. "Dinas sosial harus memvalidasi ulang data keluarga miskin yang benar-benar masuk kriteria miskin," jelasnya.
Terkait adanya pungli dalam pendistribusian KIS, pihaknya menyatakan hal tersebut tidak seharusnya terjadi jika ada pengawasan dari pihak terkait. "Jika pungli itu alasanya untuk administrasi, kenapa tidak menggunakan dana desa yang begitu besar untuk kebutuhan itu. Bukan lantas memungut kepada warga miskin," pungkasnya.
Agus Sugianto
sumber : fajarnews.com
GM. PJB UBJ OM PLTU Indramayu, Judi Rahmanu menyerahkan alat olahraga berupa bola voli kepada Ketua Karang Taruna Tunas Remaja, Jeni.*

Dikutip langsung dari fajarnews.com, INDRAMAYU- PJB UBJ O & M PLTU Indramayu Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu merealisasikan permohonan Karang Taruna Tunas Remaja, Desa Sumuradem Timur untuk menyediakan sarana olahraga berupa lapangan bola voli .
Sarana olahraga yang mulai dibangun sejak Februari lalu itu sebagai bentuk pengalokasian dana CSR dari perusahaan yang bergerak di bidang produksi listrik. Lapangan tersebut diresmikan langsung, GM. PJB UBJ OM PLTU Indramayu, Judi Rahmanu didampingi Manager Keuangan dan Administrasi, Alfret P. Sinambela, yang dihadiri Ketua Yayasan MT Al Iromiyyah, KH. Ahmad Sabit, Camat Sukra yang diwakili Sekcam, Riswo Abdullah, sejumlah perangkat desa, Ketua Karang Taruna Tunas Remaja, Jeni disaksikan para pemuda setempat, Kamis (3/3).
“Pembangunan sarana olahraga ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar atas dasar permohonan yang diajukan karang taruna, mengingat belum tersedianya lapangan bola voli di sini,” kata Judi Rahmanu dalam sambutannya.
Peresmian tersebut dimeriahkan dengan pertandingan persahabatan antara tim bola voli PT. PJB UBJ OM dengan tim bola voli Karang Taruna Tunas Remaja yang diawali dengan penandatanganan surat pernyataan penyerahan sarana olahraga dari PT. PJB UBJ OM kepada Karang Taruna.  
Ketua Karang Taruna Tunas Remaja, Jeni menuturkan, bantuan dari PJB tersebut telah memenuhi keinginan para pamuda yang ada di desanya untuk memiliki sarana olahraga berupa lapangan bola voli. “Kami sampaikan ucapan terima ksih atas bantuan yang diberikan pihak PJB. Lapangan ini akan dimanfaatkan sesuai dengan harapan semua pihak dan kami berharap perusahaan akan  mengeluarkan kebijakan kembali untuk pemberdayaan pada sektor lainnya,” tuturnya. 
Robi Cahyadi
sumber : fajarnews.com

Tidak ingin kecolongan dengan semakin maraknya investasi yang merugikan masyarakat, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon kembali gencar melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai investasi aman dan resmi, Kamis (9/3/2016).
Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi mengatakan, masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran investasi yang menawarkan imbal hasil yang tinggi disertai janji bebas risiko, karena pada dasarnya konsep investasi “high risk high return” akan selalu berlaku.
“Konsep ini menyatakan bahwa setiap produk yang memiliki potensi imbal hasil tinggi maka memiliki potensi risiko yang tinggi pula. Contohnya produk saham, yang pertahunnya dapat mencapai 40 persen pada saat kondisi ekonomi global memungkinkan, namun pada saat krisis keuangan seperti pada tahun 2008 lalu imbal hasilnya bahkan lebih rendah dari minus 50 persen,” tutur Muhamad Lutfi pada sela sosialisasi di Kantor Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon.
Hadir dalam acara, Ketua Satgas Waspada Investasi sekaligus Direktur Direktorat Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK, Tongam Lumban Tobing, dan Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika.
Potensi kerugian
Terkait tawaran investasi yang tengah marak terjadi di masyarakat, Tongam Lumban Tobing mengatakan, OJK banyak menerima pertanyaan dari masyarakat mengenai masih banyaknya penawaran investasi maupun pihak yang menghimpun dana dari masyarakat.
“Dari perusahaan penghimpun dana tersebut kenyataannya tidak memiliki izin usahanya OJK. Karenanya, kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi dan selalu bersikap rasional dalam menyikapi penawaran seperti itu,” ujar Tongam.
Menurut dia, penawaran tersebut memang belum dapat dipastikan sebagai perbuatan melawan hukum, namun masyarakat perlu memperhatikan adanya potensi kerugian di kemudian hari, di balik janji keuntungan besar yang ditawarkan.
“Karakteristik penawarannya antara lain ditandai dengan ciri-ciri, menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar dan kebebasan finansial, menjanjikan imbal hasil di awal, padahal hasil investasi seperti produk emas ataupun saham baru bisa dipastikan di akhir, selain sistem dan operasional tidak transparan dan tidak ada pihak yang memastikan transparansinya,” tutupnya.(C-10)

dikutip langsung dari indramayupost.com, Kepergok mencuri kotak amal Musola Nurul Iman di Desa Singaraja Kecamatan Indramayu, Mas (22), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel, babak belur dihajar massa, Kamis (3/3). Beruntung nyawa pemuda tersebut berhasil diselamatkan polisi, yang tiba di lokasi.

Mas, mengambil kotak yang di dalamnya berisi uang recehan sejumlah Rp306 ribu. Namun, apes bagi dia, pada saat hendak membawa kabur kotak amal tersebut, dipergoki oleh pengurus musala.

Sebelumnya pengurus musala tersebut curiga, ketika melihat kotak amal yang tersimpan di dalam musala hilang. Merasa penasaran, ia pun kemudian keluar. Kecurigaan tersebut ternyata benar. Pada saat, dirinya keluar melihat ada seorang pemuda (pelaku, red) sedang membawa kotak amal tersebut.

Ia pun lantas memanggil pemuda itu. Namun, pemuda berinisial Mas tersebut, malah kabur. Melihat pencuri itu kabur, pengurus musala tersebut kemudian mengejarnya sembari berteriak maling. Warga setempat, setelah mengetahui ada maling, membantu mengejar.

Mas, akhirnya berhasil ditangkap tidak jauh dari musala. Saat itu juga,
warga beramai ramai menghajar pemuda tersebut. Aksi warga itu, akhirnya berhasil diredam Petugas Polsek Indramayu, yang cepat tiba di lokasi kejadian, sehingga nyawa pemuda itu selamat. Setelah diamankan sementara di balai desa setempat, pemuda tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Wijonarko melalui Kapolsek Indramayu AKP Budiyanto didampingi Kanit Reskrim Ipda Ahmad Yani, membenarkan aksi pencurian tersebut. Menurut Budiyanto, pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan. Dari tangan Mas, ikut diamankan barang bukti kotak amal yang dicurinya beserta satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya itu.

“Dalam kotak amal itu terdapat uang berjumlah Rp306 ribu. Saat dilakukan pemeriksaan, ia mengakui perbuatannya itu. Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman penjara di bawah 5 tahun. Karena melanggar Pasal 362 KUHPidana, tentang pencurian,” ujar Budiyanto.


Penulis : Kom
Sumber : Radar Cirebon
TERTABRAK KA: Tim medis yang dibantu warga sekitar sedang mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke RS Zam-Zam Jatibarang. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

Dikutip langsung dari radarcirebon.com, Suyad bin Wahid (48) warga Desa Majasari Blok Maja 2 RT 7/2 Kecamatan Sliyeg, tertabrak Kereta Api (KA) Argojati di KM 178 Desa/Kecamatan Jatibarang, Kamis (3/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Pencari rumput itu meninggal di TKP dengan kondisi mengenaskan.

Berawal saat korban tengah mencari rumput di sepanjang perlintasan kereta di Desa Jatibarang, di KM 178. Setelah rumput terkumpul banyak ia pun pulang dengan menyeberang perlintasan dan tak menyadari ada KA Argojati dari arah Cirebon-Jakarta, karena pandangannya terhalang tumpukan rumput. Seketika tubuhnya tertabrak kereta tersebut lalu korban dievakuasi ke RS Zam-Zam.
Sementara itu, Kapolsek Jatibarang Kompol Asep Wawan yang ditemui di lokasi kejadian bersama para anggotanya mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya warga yang tertabrak KA Argojati sekitar pukul 14.00 WIB, dan langsung menuju TKP untuk mengevakuasi jasad korban serta mengamankan lokasi kejadian. (oni)

sumber : radarcirebon.com


Indramayu - Berawal dari permintaan pertemanan di akun jejaring sosial facebook, seorang Anak Baru Gede (ABG) sebut saja namanya Melati (14 tahun), warga Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kebupaten Indramayu dicabuli teman yang baru dikenalnya.

Aksi pelaku, Wan alias Endra (22 tahun) ini kemudian dilaporkan oleh orangtua korban ke petugas Init Perlindungan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu. Polisi pun berhasil mengamankan pelaku  yang rumahnya tak jauh dari korban.

Kanit PPA Ipda Anis Dwi Herawati  Selasa (1/3/2016), menjelaskan, korban Melati adalah siswi SMP di Widasari. Awalnya korban kenalan dengan pelaku melalui facebook beberapa bulan lalu.

Selang beberapa hari, korban menerima permintaan pertemanan ini dijemput pelaku di dekat rumahnya. Selanjutnya dibawa ke rumah pelaku yang saat itu sedang sepi.

Ditempat itu, korban dirayu untuk dicabuli. Namun sebelum melakukan perbuatan itu, Melati sempat menolaknya. Pelaku terus memaksa dengan bujuk rayuan. Hingga akhirnya korban terpedaya mulut manis Endra. Sukses dengan aksinya ini, pelaku kemudian mengantar korban pulang.

Rupanya setelah melakukan perbuatan tersebut membuat Endra merasa ketagihan. Dilain hari, dia kembali mengajak Melati pergi jalan-jalan. Endra membawa Melati ke rumah orang tua di Blok Pulo Krasak, Jatibarang.

Disaat keduanya masuk kamar ada sebagian warga setempat yang curiga. Warga ini lalu memberitahukan orang tua Melati. Selanjutnya, orang tua Melati bersama warga mendobrak pintu kamar itu dan didapati Melati tengah berduaan dengan Endra.

"Orangtua korban memergoki anaknya didalam kamar pelaku, curiga. Anaknya diinterogasi dan mengaku telah dicabuli pelaku, orangtua Melati langsung melaporkannya kepolisi," terangnya.

Endra mengaku sudah dua kali mencabuli Melati di rumah orang tuanya saat semua keluarga tidak berada di tempat itu.  Pelaku diancam Pasal 82 UU RI No 35/2014 atas perubahan UU RI  No 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

sumber : indramayupost.com

Dikutip dari cirebontrust.com, INDRAMAYU (CT) – Jajaran Unit Reskrim Polsek Indramayu berhasil menciduk seorang pelaku pencurian kendaraan roda dua, Wahyu Firdaus (19), warga Blok Plawad Desa Tugu Lor Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu, Kamis (03/03).

Kapolsek Indramayu Kota, AKP Budiyanto mengatakan, lokasi kejadian di parkiran family karaoke yang berlokasi di Kelurahan Karanganyar Kabupaten Indramayu. Saat itu terlihat seorang pemuda memasuki area parkir dan langsung menuntun sebuah sepeda motor. “Melihat gelagat mencurigakan, penjaga parkir pun bertanya kepada pelaku mengenai alasan ia menuntun motor. Pelaku menjawab kuncinya dibawa temannya,” ujar Budiyanto.

Mendengar jawaban dan ekspresi pelaku yang ketakutan, penjaga parkir curiga. Setelah itu, ia langsung melapor ke petugas Polsek Indramayu, yang lokasinya tidak jauh dengan TKP. Setelah dikejar oleh anggota polisi dan sejumlah warga, pelaku akhirnya berhasil ditangkap,” ungkapnya.

Setalah penangkapan, Polisi mengamankan barang bukti sepeda motor merek suzuki satria FU dengan nomor polisi E 6233 TO, warna hitam milik Dawud (21) warga Blok Karangjruju RT 04 RW 04, Desa Pabeanudik Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu. Untuk mempertanggung jawab perbuatannya, pelaku terancam mendekam di penjara. (Kir Raharjo)

sumber : cirebontrust.com

dikutip dari indramayupost.com, Indramayu - Hingga 21 hari ke depan, Polres Indramayu akan melakukan Operasi Simpatik Lodaya 2016 di wilayah hukum Polres Indramayu. Operasi tersebut untuk memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas demi keamanan dan kenyamanan ketertiban berlalu lintas.

Operasi tersebut dilakukan dengan cara membagikan stiker yang berisi imbauan cara berlalu lintas kepada pengendara roda dua dan empat. Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko didampingi Kasat Lantas, AKP Dony Eko Wicaksono dan Kasubag Humas Polres Indramayu, AKP Ramauli mengatakan, kegiatan Operasi Simpatik Lodaya tahun 2016 ini dilakukan serentak di seluruh jajaran Polri Jawa Barat selama 21 hari, mulai tanggal 1 sampai dengan 21 Maret mendatang.
“Operasi Simpatik Lodaya ini, bentuknya imbauan kepada pengguna kendaran baik yang melintas di jalur pantura maupun tidak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan tersebut untuk menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas dengan mengutamakan kegiatan preemtif, preventif dan penindakan pelanggaran. Disamping juga untuk menekan kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
"Tujuannya, untuk mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas terutama bagi pengemudi kendaraan bermotor di jalan raya. Untuk itu kami mengimbau agar pengendara menghindari penggunaan handphone saat mengemudi, di samping melengkapi surat-surat kendaran, serta menyalakan lampu besar kendaraan baik siang maupun malam hari," katanya. 
sumber : indramayupost.com
tinjau banjir - patrol kab. indramayu


di kutip dari radarcirebon.com, PATROL – Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan puluhan rumah dan areal persawahan di Desa Limpas, Bugel dan Sukahaji, Kecamatan Patrol. Di Desa Limpas, banjir disebabkan luapan Sungai Panggang Welut.

“Dalam beberapa hari terakhir hujan terus dan sudah terlihat ada kenaikan debit air. Karena terus naik, akhirnya limpas ke permukiman,” ujar Kuwu Limpas, Tato, kepada Radar, Rabu (2/3).

Hingga tadi malam, Pemerintah Desa Limpas dan Muspika Patrol terus memantau perkembangan kondisi banjir, dikarenakan hujan diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Apalagi, sore tadi hujan masih terus turun dan debit air di sungai kembali naik.


“Saat ini ketinggian air 25 centimeter dari bibir tanggul. Kondisi ini membuat kita harus waspada, karena banjir susulan bisa saja terjadi,” tuturnya.

Komandan Koramil Patrol Kapten Inf Catur P Irian yang meninjau lokasi banjir menambahkan, rumah dan areal persawahan yang terendam banjir berada di Blok Masjid. Kawasan ini terdampak parah karena paling dekat dengan Sungai Panggang Welut.

Berdasarkan keterangan warga, air dari luapan sungai mulai masuk ke permukiman menjelang siang. Padahal, hujan saat itu tidak terlalu deras. Hingga tadi malam, rumah yang terendam banjir sedikitnya 25 unit, sementara areal persawahan seluas 5 hektare. “Banjir ini menyebabkan kerugian luar biasa besar, khususnya bagi petani. Lima hektare sawah yang kebanjiran padinya pasti mati,” tutur Catur.

Camat Patrol, Teguh Budiarso S Sos MSi menambahkan, selain Desa Limpas, banjir juga merendam Desa Bugel dan Sukahaji. Di Desa Bugel, rumah yang terendam sekitar 15 unit dan tiga hektare sawah. Sedangkan di Desa Sukahaji, bajir hanya merendam areal persawahan seluas sekitar lima hektare.




  simulasi banjir
dikutip dari Liputan6.com, Indramayu - Debit air dari Sungai Cimanuk yang mengalir ke Kabupaten Indramayu semakin deras. Ditambah curah hujan lebat dan pasokan air yang berlimpah dari sejumlah anak sungai.

Dari informasi yang dihimpun Liputan6.com, meski debit di Bendungan Rentang di Jatitujuh, Majalengka, telah diperkecil hingga di kisaran 160 m3/detik, debit yang mengalir ke wilayah Cantigi, Kabupaten Indramayu, masih berada di kisaran lebih dari 800 m3/detik.

Hal itu menunjukkan bahwa penambahan volume air terjadi justru di wilayah hilir Rentang. Meski pintu Rentang dipersempit untuk menekan debit, aliran Cimanuk tetap tinggi ketika sampai di Indramayu.

Pengawas Rentang di Kabupaten Indramayu, Daddy Supriyadi, menyatakan tingginya volume air tersebut di luar kendali mereka. Pihaknya sudah berupaya menekan debit Rentang di kisaran 160 m3/detik.

"Tambahan pasokan air datang melimpah dari anak-anak sungai di sebelah hilir Rentang," tutur Daddy Supriyadi, Rabu (10/2/2016). 

Curah hujan di bulan maret mengalami hujan sedang dan lebat, di himbau untuk warga sekitar indramayu khususnya Patrol sampai Losarang dan di sekitar cimanuk untuk waspada, dihawatirkan terjadi banjir atau bisa banjir kiriman dari kota lain.