dikutip langsung dari Fajarnews.com, INDRAMAYU- Hujan lebat pasca banjir yang melanda Kabupaten Indramayu menjadi ancaman berkurangnya produksi padi di tingkat petani. Hal ini berpengaruh pada penyerapan padi di bulog tahun 2016 ini.
"Pada tahun 2016 ini, Bulog Sub Divre Indramayu menargetkan sebanyak 110 ribu ton untuk penyerapan," ungkap Kasi Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Indramayu, Apip Wijaya, Rabu (2/3).
Dia mengatakan, pada Bulan Maret 2016 ini, pihaknya akan melakukan penyerapan di sejumlah daerah yang sudah melakukan panen di Kabupaten Indramayu. Namun permasalahannya, kata dia, justru banyak daerah yang belum panen. "Untuk penyerapan, kita sudah mulai lakukan di Bulan Maret ini, hanya saja sedikit terkendala dengan masih banyaknya daerah yang belum panen," terangnya.
Dia menerangkan, panen di Kabupaten Indramayu diperkirakan mulai Bulan April 2016 mendatang. Sementara untuk harga beras saat ini masih jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Salah seorang petani asal Desa Balongan, Raskim (63) mengatakan, sekitar 100 hektare areal persawahan di Kecamatan Balongan masih terendam air. Pihaknya pun terpaksa menyedot air dengan menghabiskan sedikitnya 15 jeriken solar untuk mengurangi rendaman air. "Sudah 12 hari terendam air dengan ketinggian 60 sentimeter sejak ditanam, beruntung belum diberikan pupuk," ujarnya.
Dia mengatakan, rata-rata padi yang terendam ini, berumur satu bulan sejak masa tanam. Menurutnya, kondisi ini akan berakibat fatal jika terendam lebih dari tiga hari, terlebih jika padi tersebut sudah dilakukan pemupukan maka akan mati dan membusuk "Dulu memang saluran pembuangan air ada banyak, namun sekarang hanya satu pembuangan, jadi kalau hujan terendamnya lama," tuturnya.
Dia mengeluhkan terlambatnya masa panen dari biasanya yang awalnya dalam tiga sampai empat bulan bisa dipanen, namun sekarang dipastikan akan bergeser. "Biasanya jika sudah memasuki bulan kedua sudah mengeluarkan padi, sedangkan ini baru ditanam sudah terendam," ucapnya.
Agus Sugianto
sumber : fajarnews.com

0 comments:
Post a Comment